Archive for the 'Lirik dan lagu' Category

Sembunyi

Tajuk: Sembunyi
Lagu: nazrulamir
Lirik: nazrulamir

Sembunyilah oh kawanku, dari pandangan Esa, selagi engkau mampu.
Pasti kau ketemui, kaukan jua diadili, walau sehebat mana kau bersembunyi.

Tetapi kau masih tidak menghiraukan, adanya tuhan yang akan mengadili.
Lalu kau, terlupa, sehingga kau diseksa, di dalam neraka.

Oh adakah kau peduli, akan seksaan yang menanti, di neraka yang sunyi.
Masih kau bergembira, bertemankan syaitan disisi, mengikut telunjuk selagi kau suka.

Sehingga kau berleka tanpa menghiraukan, adanya balasan yang kau terima.
Lalu kau, terlupa, sehingga kau diseksa, di dalam api neraka.

Sembunyi, kala si pencabut nyawa mencari.
untuk menyentap nyawamu, dari tubuhmu itu.
Sanggupkah, kau berlari dan bersembunyi lagi.
kala seksaan neraka, terhidang di depan mata.

[solo]

Sembunyi, kala si pencabut nyawa mencari.
untuk menyentap nyawamu, dari tubuhmu itu.
Sanggupkah, kau berlari dan bersembunyi lagi.
kala seksaan neraka, terhidang di depan mata.

Sembunyi, kala si pencabut nyawa mencari.
untuk menyentap nyawamu, dari tubuhmu itu.
Sanggupkah, kau berlari dan bersembunyi lagi.
kala seksaan neraka, terhidang di depan mata.

siap pada tahun 2004

The Spirit Carries On

Tajuk: The Spirit Carries On
Lagu: Dream Theater
Lirik: John Petrucci
Album: Metropolis Part 2: Scenes From A Memory

Nicholas:
Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say, “Life is too short,”
“The here and the now”
And “You’re only given one shot”
But could there be more,
Have I lived before,
Or could this be all that we’ve got?

If I die tomorrow
I’d be all right
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I’m not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I’d be allright
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

Victoria:
“Move on, be brave
Don’t weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear”

Nicholas:
Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has helped me to find
The meaning in my life again
Victoria’s real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I’m here
It’s perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I’d be allright
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

Dendang Perantau: Email from 8byte

One thing I like most about Raya is the nostalgic old Raya songs. And one of my favourites is ‘Dendang Perantau’ by P. Ramlee himself.

‘Dendang Perantau’ is a case study in how magic comes out of imperfection. Cos if you listen carefully to the song, you will notice the bass player making more than one mistake. It usually happens in the Bridge sections where the bassist seems to be guessing the first chord.

But, those bass mistakes are integral to the magic of the song. Its imperfectness is accepted, in fact, embraced by fans of the song.

And I think that’s an important lesson in life.

Don’t chase for perfection in everything. Don’t get stressed if it doesn’t come out the way you wanted it to. Just step back and appreciate life as it is. The little flaws that life has, the imperfections and unfairness that life sometimes deals you, well, those are things that make life magical.

You know what I mean.

Menanti dibakar.

Tajuk: Menanti dibakar.
Lagu: nazrulamir
Lirik: nazrulamir

Jiwaku bergetar, menanti dibakar,
atas dosa silam yang kulakukan selamaku,
Hidup disia-siakan, meniti langkah si syaitan,
Akan ku menghuni neraka, setelah aku dibacarakan.

Setelah kuterjaga, dari lena yang tersia,
menghitung dosa-dosa, bergantungan di neraca.
Apakah itu ilusi, melihat amal sendiri,
Tiada apa lagi untuk disesali,

Kerana aku sudah di sini,
Tak mungkin akukan diampuni,
Aku sudah terlanjur,
Aku sudah dikubur,
Dan aku bangkit, untuk diadili.

Jiwaku bergetar, menanti dibakar,
atas dosa silam yang kulakukan selamaku,
Hidup disia-siakan, meniti langkah si syaitan,
Lalu ku menghuni neraka, setelah aku dibacarakan.

Bayangkan dirimu pula, oh, berada disana,
Tidakkah kau tertanya, dimana kau berada,
Tiada diapa disisi, yang akan menemani,
Sehingga kau dibicarakan nanti.

[solo]

Andaikan engkau sudah disana,
Setelah membelakangkan yang Esa,
Dengan dosa yang nyata,
Amalan pula tiada,
Dan engkau bangkit, terpinga-pinga.

Jiwamu bergetar, menanti dibakar,
Atas setiap amalan yang ditujukan padaNya,
Sudahkah kau bersedia, menerima segalanya,
Menghadapi azab pedihNya
Setiap seksaan neraka.

Jiwaku bergetar, menanti dibakar.
Atas dosa silam yang ku lakukan selama ku,
Hidup disia-siakan, meniti langkah si syaitan
Akan ku menghuni neraka
Setelah ku dibicara.

siap pada tahun 2005

Perjanjian

Tajuk: Perjanjian
Lagu: nazrulamir
Lirik: nazrulamir

Aku insan yang lemah, tiada tanpa Izin-Nya, tak mungkin aku, lahir ke dunia.
Jiwaku diTangan-Nya, terpulanglah pada-Nya, untuk mencabut, nyawa dariku.

Hanya kerana Dikau, terciptalah dunia, untuk dihuuni, hanya sementara.
Akukah yang terlupa, nikmat yang tak terhingga, yang mungkin hilang, sekelip mata.

Aku insan yang hina, tiada sesal di dada, walaupun aku, hanyut dengan dosa.
Nafsuku kian membara, lalu mencabar yang Esa, sehingga aku, dimurkai-Nya.

Aku manusia biasa, hanya insan yang lemah, yang tak mungkinkan, tidak berdosa.
Namun aku tak rela, diri ini disiksa, di dalam neraka, yang panas membara…..

Aku, bersaksi, tiada Tuhan selain-Mu, dan Muhammad, itu adalah Rasul-Mu.
Aku, berjanji, tidak akan memungkiri, kalimah syahadah, yang kulafazkan.
Ya, Tuhan…

[solo]

Apakah, aku yang terlena.
Di dalam, arus dunia.
Sehingga aku dibuai, dengan mimpi hina,
Lalu aku mahuh pulang…

Aku, bersaksi, tiada Tuhan selain-Mu, dan Muhammad, itu adalah Rasul-Mu.
Aku, berjanji, tidak akan memungkiri, kalimah syahadah, yang kulafazkan.

Aku, bersaksi (bersaksi), tiada Tuhan selain-Mu, dan Muhammad, itu adalah Rasul-Mu.
Aku, berjanji (berjanji), tidak akan memungkiri, kalimah syahadah, yang kulafazkan.
Ya, Tuhan…

siap pada tahun 2002.

Hasrat

Tajuk: Hasrat
Lagu: nazrulamir
Lirik: nazrulamir

Sabar, menghadapi semua dugaan,
Senyum dan terima apa yg ku miliki,
Cuba akur, dgn kehendak-Nya,
Kerana, hidup ini hanya sekali.

Biarkanlah, ia berlalu pergi,
Lupakanlah, segala kesedihan,
Semua ini, hanyalah sementara,
Kerana, aku pasti akan kembali,
Kesisi-Nya, bertemu-Nya, yg Maha Esa.

Lapangkanlah hati-mu,
Tenangkanlah jiwa-mu,
Aku bukan tuhan,
Engkaulah Tuhan,
Bagiku.

Andai, tiada habuan, untuk-ku sujud pada-Mu,
Aku tetap memilih, untuk menjadi hamba-Mu,
Andai, betapa sakitnya, hati-ku untuk terima,
Namun cukup sudah, Engkau berada, disisi-ku selalu.

[solo]

Lapangkanlah hati-mu,
Tenangkanlah jiwa-mu,
Aku bukan tuhan,
Engkaulah Tuhan,
Bagiku.

Andai, tiada habuan, untuk-ku sujud pada-Mu,
Aku tetap memilih, untuk menjadi hamba-Mu,
Andai, betapa sakitnya, hati-ku untuk terima,
Namun cukup sudah, Engkau berada, disisi-ku selalu.

Cukup, sudah aku menjadi tuhan,
Kini, au ingin menjadi, hamba-Mu,
Lagu ini, untuk melembutkan,
Hati-ku, yg keras seperti batu.

siap pada tahun 2005

You are currently browsing the nazrulamir.notes weblog archives for the 'Lirik dan lagu' category.